<< July 2005 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed


Jul 11, 2005
Aku Dan Regina

Ini adalah cerita tentang pengalamanku saat berhubungan seks dengan sahabat
baikku, Regina H. Dharmawan. Pagi ini, aku kembali mendapat kuliah sore
hari. Ah, daripada iseng, lebih baik aku ke rumah Regina. Sekalian dari sana
pergi ke kampus bersama. Aku memarkir mobil di depan pintu pagar rumah
Regina. Rumahnya tampak sepi. Jangan-jangan ia tak ada di rumah. Aku tekan
bel pintu. Tak lama kemudian pembantunya keluar.

"Ada perlu apa, Non?" tanyanya.
"Ng... Gina ada, Mbak?"
"Ada, tunggu sebentar ya." Sang pembantu masuk ke dalam rumah kembali.
"Kata Non Gina, Non Irene disuruh langsung masuk saja. Non Gina lagi ada di
kamarnya."
"Baiklah, Mbak."

Pembantu itu mengantarkan aku ke depan pintu kamar tidur Regina. Setelah
pintu dibuka dari dalam aku segera masuk. Si pemilik kamar sedang duduk di
atas tempat tidur seraya membaca buku. Astaga! Ia telanjang bulat. Tubuhnya
yang indah itu tidak ditutupi oleh selembar benang pun. Tampaklah
payudaranya yang montok dan padat. Ditengah-tengahnya terdapat puting susu
yang tinggi, yang dikelilingi oleh lingkaran coklat, sementara bagian
kemaluannya ditumbuhi rambut-rambut tipis. Pahanya yang putih dan mulus
menantang setiap lelaki untuk menjamahnya.
"Ren, duduk di sini dong. Jangan bengong saja."
"Lho, kamu lagi ngapain, Gin?" tanyaku.
"Rasanya hari ini aku lagi malas kuliah nih, Ren."
"Kenapa?"
"Nggak tahu tuh. Pokoknya lagi malas."
"Tapi kamu nggak usah telanjang bulat kayak begitu dong", kataku sambil
menyodorkan kaus singlet kepadanya. Regina bukannya menerima pemberianku,
namun ia malah menyeret tanganku sehingga aku jatuh telentang di atas kasur.
Tiba-tiba Regina mencium bibirku, sementara tangannya meremas-remas
payudaraku yang tidak begitu besar.
"Gin! Aduh, kok kamu begini sih?! Jangan ah!" kataku sambil berusaha
melepaskan diri. Akan tetapi Regina lebih kuat. Tubuhnya yang bugil menindih
tubuhku. Akhirnya aku pasrah saja. Dengan perlahan-lahan Regina menanggalkan
kaus oblong yang kukenakan. Ia menyelipkan tangannya ke balik mangkuk behaku
lalu meremas payudaraku. Aku menggerinjal-gerinjal dibuatnya. Kemudian ia
melepaskan beha yang kupakai sehingga terbukalah payudaraku yang kencang
menantang.
"Ya ampun, Ren. Buah dada kamu bagus amat. Biar nggak besar, tapi kencang
dan kenyal lho", kata Regina sambil mempermainkan puting susuku dengan jari-
jemarinya yang lentik sehingga membuatku kegelian.

Aku hanya tersenyum saja. Lalu ia meremas-remas payudaraku. Terasa kenyal
dan ketat baginya. Aku semakin menggerinjal-gerinjal. Setelah itu mulutnya
menghisap, mengulum, dan menyedot payudaraku. Lidahnya pun mempermainkan
puting susuku yang mulai menegang. Kemudian ia menghisap-hisapnya laksana
seorang bayi yang kehausan air susu ibunya.

Setelah puas merambah payudaraku, Regina membuka celana panjangku. Tangannya
meraba pahaku yang mulus. Lalu ia menurunkan celana dalamku, sehingga kami
berdua bugil bagai dua orang bayi yang baru saja dilahirkan. Kemudian ia
menyuruhku duduk. Ia menyodorkan payudaranya ke mulutku dan aku menerimanya.
Aku lumat payudara yang kenyal itu dengan mulutku, sedangkan lidahku yang
menyambar-nyambar seperti lidah ular, bergoyang-goyang mempermainkan puting
susunya yang tinggi menggiurkan. Aku hisap puting susu itu yang semakin lama
semakin menegang saja. Regina semakin memelukku dengan erat.
"Ouuhh... Irene... ouuhh!"

Aku dan Regina saling berpelukan. Kedua pasang payudara kami saling
bersentuhan. Sejenak ada perasaan aneh yang menjalar ke seluruh tubuhku
merasakan payudaranya yang kenyal. Demikian pula Regina yang merasakan
payudaraku. Ia menggesek-gesekkan puting susunya ke puting susuku, sehingga
kami berdua sama-sama mendesah.
"Ouuhh... ouuhh..." aku menjerit kecil tatkala lidah Regina mulai menjilati
kemaluanku dan kemudian masuk menyusuri liang vaginaku. Ia menjilat-jilat
bagian dalam "daerah terlarang"ku yang mulai basah itu. Aku menjerit lagi,
ketika ujung lidahnya mempermainkan daging kecil yang menempel pada
kewanitaanku itu. Lalu aku berdua berbuat serupa. Akhirnya kami berdua sama-
sama kelelahan dan tergolek begitu saja di atas kasur.

Tak lama kemudian, Regina bangkit. Ia mengambil es jeruk yang ada di meja di
samping tempat tidurnya. Lalu ia menuangkan es jeruk itu ke kemaluanku. Aku
menjerit kecil kedinginan. Sementara ia juga menuangkan es jeruk yang
tersisa ke dalam kemaluannya sendiri. Tubuh Regina menindihku. Kepalanya
menghadap ke selangkanganku. Demikian pula kepalaku menghadap ke
selangkangannya. Lidahnya mulai menjilati kemaluanku. Ia menikmati er jeruk
yang sudah mulai masuk ke dalam liang vaginaku. Lidahnya mengikuti aliran
air jeruk itu sampai masuk ke dalam "gua keramat"ku itu. Dijilatinya dinding
vaginaku, membuatku menggerinjal-gerinjal kegelian.
"Ouuhh... Gina... teruskan...!" desisku bernafsu. Regina melanjutkan
penjelajahannya. Sementara itu di sisi lainnya, lidahku pun berbuat hal yang
sama pada kemaluannya. Kami berdua dengan garang mempermainkan daging kecil
yang berada di dalam liang kewanitaan lawan masing-masing. Kami berdua
menggerinjal-gerinjal keras, sampai-sampai tubuh kami berdua jatuh ke lantai.

Beberapa detik kemudian, tubuh kami berdua tergeletak di lantai berdampingan
dalam keadaan loyo. Lelah memang, namun penuh dengan kenikmatan yang tak
terhingga. Regina tersenyum. Tiba-tiba tangannya kembali meraih tubuhku dan
mendekapku. Kembali payudara kami bersentuhan, sementara mulut kami saling
melumat satu sama lain. Kami berbaring berhadap-hadapan, dengan kedua kakiku
dan kakinya saling berselisipan dan kedua selangkangan kami saling menempel.
Kemudian Regina menggesekkan kemaluannya pada kemaluanku berulang-ulang
hingga kami berdua puas.

Posted at 09:51 pm by khairulanwar

HMG
November 1, 2008   04:54 AM PDT
 
bagus 0127265617
ania
September 4, 2008   03:14 PM PDT
 
imiginasi kuat ek....whatever
ANI
August 30, 2005   06:11 PM PDT
 
CERITA REKAYASA
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry